Friday, 17 June 2016

DARK UNIVERSE SERIES: MONSTER-MONTSER I Archana Universa


Judul: Dark Universe. Monster-montser
Pengarang: Archana Universa
ISBN: 9786027405479
Dimensi: A5 (14.8 x 21 cm)
Tebal: 533 Halaman
Glossy Paperback Cover
Harga versi Print: 180 Ribu

Pilih Sendiri Akhir Ceritamu dalam Bahasa Inggrisnya Pick Your Own Endings (PYOE) adalah gaya bercerita dengan lebih dari satu pilihan akhir cerita. Seri Dark Universe, adalah salah satu judul yang menggunakan teknik bercerita PYOE yang diterbitkan oleh An1mage.

Gaya bercerita dengan banyak ending ini memberikan pilihan dan keunikan, seperti hidup kita. Banyak pilihan, entah mana yang benar kita tidak tahu.

Ada kalanya pilihan yang kita anggap salah ternyata berakhir baik, ada kalanya pilihan yang kita anggap baik malah membawa keburukan untuk kita.

Kita tidak tahu apa yang akan terjadi, namun yang pasti dengan banyak pengalaman dan banyak pilihan, akan menguak misteri yang menanti.

Archana Universa adalah story designer wanita yang memfokuskan dirinya dalam mendesain cerita dalam genre fiksi ilmiah yang penuh misteri, keajaiban dan teknologi yang menakjubkan.

Baca dan terjunkan dirimu sebagai tokoh utama dalam cerita Monster-Montser yang penuh petualangan. Bacaan khusus gadis remaja yang pemberani. Beranikah kamu?

Preview di google drive link berikut:
https://drive.google.com/file/d/0B3l84AXZlhgSdVM0eXdDX2ZZRGM/view?usp=sharing

Preview di Issuu link berikut:
https://issuu.com/an1magecomics/docs/01_monster_montser_-_2016_promo

Preview di Academia link berikut: https://www.academia.edu/24437793/Dark_Universe_Monster-Montser

Versi e-novel lengkap di Amazon: http://www.amazon.co.uk/Dark-Universe-Monster-Montser-Archana-Universa-ebook/dp/B01EAPKD3O?ie=UTF8&*Version*=1&*entries*=0

Versi e-novel lengkap di Google Play Android: https://play.google.com/books/publish/a/15618401563138473709#details/ISBN:9786027405479

Versi print hanya 180 Ribu, A5, 533 Halaman, Glossy Paperback Cover, pesan ke: an1mage@an1mage.org atau sms ke: 08888988005

Kunjungi an1mage di Facebook: https://www.facebook.com/An1mage/


DARK UNIVERSE: Monster-Montser


Add to Wishlist
 

Monday, 13 June 2016

Call for character: International Characters Fiesta 2


designed by I Made Marthana Yusa (made.marthana@gmail.com) - 2016

designed by an1mage team

Characters designers around the globe contribute in the first "International Characters Fiesta 1". Great international characters artist from America, UK, Greek, Japan, Malaysia, Indonesia, and other countries was submitting their's characters in the first publication, you can googling the "International Characters Fiesta 1" or click here and find out by yourself what it is all about…

The character(s) copyright is (are) yours to keep. Every artist can send their artworks maximum  up to three pages, a page can consist of one or more characters. The International Characters Fiesta 2 will be published around December 2016 or could be faster when at least 100 pages are fully booked.

The publication will be in eBook format with ISBN, the artist gets their name, and their artwork(s) exposure in international publication distributed via amazon, google play, google book and others, the eBook can be downloaded for free. This publication will help your portfolio out looks great for your future career.

Sharing your artworks in any kind of social media is cool, but putting your artworks in an (e)book will make you immortal, just like old saying says "publishing a book makes you immortal" but make sure the book have International Standard Book Number (ISBN).

For print version, you can print it by yourself or you can pre-order from us, handling and shipping it to your given address. But there is no mandatory to buy the print version book from us either. Now it is your time to turn the tide, make sure you are using International Characters Fiesta template in MS Word. doc format only, use this PDF file as your guidance and then click here to submits yours in colour, 2D or 3D or you can send by email to: made.marthana@gmail.com or an1mage@an1mage.org before 25 November 2016.Be immortal in history or be forgotten.

Tips: There is no need for you to draw a new character, just use your old one, send it right away.


Visit us on Facebook

Confirmed update list artists for International Characters Fiesta 2 per 2/9/2016
1. I Made Marthana Yusa - Indonesia
2. Facundo Moyano - Argentina
3. Ivan Yankov - Czech Republic
4. Elisa Claes -Belgium
5. Safaat Akbar - Indonesia
6. Toni Masdiono - Indonesia
7. Hayashinomura - Indonesia
8. Michael Vanier - USA
9. Zulkarnaen - Indonesia
10. Arry Lesmana Tan - Indonesia
11. M.S. Gumelar - Indonesia
12. Angel Michael - United Kingdom
13. You - Your Country

Needs more at least 12 Illustrators and their artworks, hurry up, deadline is near,
25 November 2016.Be immortal in history or be forgotten.

Join with previous International Characters Fiesta Artist group in Facebook.

Also can be checked in An1mage Facebook page


Sunday, 12 June 2016

2D Animation: Hybrid technique. Belajar gravitasi


Bagi yang mau belajar animasi, silakan download dan share (^_^). Berfokus pada pembahasan gravitasi, percepatan dan perpindahan karena percepatan.Silakan click dan download dan share di link berikut:
https://www.academia.edu/26078754/2D_ANIMATION_gravity-basic_motion_principles

Berikut versi PPT dengan contoh animasinya
https://drive.google.com/file/d/0B3l84AXZlhgSaUEzYTBqanFlOTA/view?usp=sharing


2D Animation Hybrid Technique in a journal:
http://connection.ebscohost.com/c/articles/79948195/2d-animation-hybrid-technique-combining-traditional-digital-technique-based-analytical-motion-physics

2D Animation Hybrid Technique in a book:
http://www.bukukita.com/Komputer-dan-Internet/2D-Animation-&-Drawing/98287-2-Animation-Hybrid-Technique-Book-A.html

Pesan buku kirim SMS ke: 08888988005 atau click form pemesanan berikut, kami akan segera mengontak Anda dan memberikan invoice pemesanan berserta detil ongkos kirimnya.

Wednesday, 8 June 2016

Call for Paper: Jurnal Studi Kultural Volume II Nomor 1 Januari 2017


Telah dibuka penerimaan laporan penelitian An1mage Jurnal Studi Kultural (AJSK) Volume II Nomor 1 Januari 2017. Deadline terakhir pada tanggal 25 November 2016. Silakan kirimkan laporan penelitian Anda dalam format yang Anda ketahui terlebih dulu, click di link berikut dan atau silakan bergabung sebagai penulis AJSK di link berikut.

AJSK menerima karya yang kritis, menguak mitos, membantu yang lemah dan terpinggirkan (termarjinalkan). Mayoritas belum tentu kuat, minoritas belum tentu lemah dan terpinggirkan. Mari membangun bangsa dengan pikiran kritis, pikiran kreatif, pikiran dengan analisis yang kuat dan membangun mental kita semua agar menjadi sepadan apapun gendernya (gender equality).

AJSK tidak hanya untuk sains sosial namun juga sains eksakta, sebab di sains eksakta juga muncul konstruksi mitos-mitos yang harus dibongkar (dekonstruksi) lebih kritis. Ilmu eksakta bukanlah dogma dan bukan pula agama, ilmu eksakta terus berkembang menuju penemuan-penemuan baru. Terobosan baru dalam teknik di bidang apapun juga AJSK menerimanya.

Bila kita bukan siapa-siapa, bukan orang yang terkenal dan dikenal dengan kekayaan, pengaruh, pangkat, dan jabatan yang tinggi, maka marilah berkarya dalam laporan penelitian agar kita menjadi seseorang yang memberikan sumbangsih ilmu pengetahuan. Mau abadi? Mari menerbitkan laporan penelitian.

Mengirim laporan penelitian click di link berikut 
Bergabung sebagai penulis di AJSK click di link berikut.

Tuesday, 7 June 2016

I Gede Putra Ariawan: Ngurug Pasih


















Liputan: Archana Universa
Photo I Gede Putra Ariawan ©2016-an1mage@an1mage.org

Kebanyakan An1mareaders pasti bakal kebingungan waktu baca kata “ngurug pasih” karena kata tersebut memang dari bahasa daerah, tepatnya Bali yang memiliki arti menimbun laut.

Yap! Menimbun laut! Temanya mengenai reklamasi Teluk Benoa yang saat ini masih menjadi perdebatan di Bali.

Ngurug Pasih merupakan buku yang memuat 15 cerpen Berbahasa Bali: Ajeg Bali, Kekupu, Museum, Engkebang Bulan, Kado, Kode Alam, Ngurug Pasih, Padine Mentik di Tanah Wayah, Pekak Kaung, Sanggah, Car Free Night, Taluh Semuk, Kaliwat Tresna, JKBM, dan Langsung Sing Langsung.

Kelimabelas cerpen ini sebagian besar bertema sosial yang menekankan pada satire atas gejala-gejala sosial Masyarakat Bali.

Penulisnya adalah I Gede Putra Ariawan, beliau sehari-hari menjadi Guru Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA, lahir di Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali.

Awalnya Pak Ari sempat ragu-ragu buat nulis cerpen dalam Bahasa Bali lho An1mareaders!
Alasannya karena background saat S1 dan S2 adalah Bahasa Indonesia. Tapi siapa sangka, buku Berbahasa Balinya yang pertama langsung menyabet juara dan mendapat penghargaan Sastera Rancage 2015 dari Yayasan Kebudayaan Rancage di Bandung.

Penulisan Ngurug Pasih dilatar belakangi rasa cemas yang dirasakan Ari yang melihat aksi teman-temannya turun ke jalan, membuat baliho, untuk menolak reklamasi Teluk Benoa.

Di satu sisi Ari tidak suka hanya berdiam diri, Ari ingin ikut berjuang bersama teman-temannya namun ia merasa powerless karena tidak menjabat seperti kalangan kelas atas. Oleh karenanya ia menuangkan kecemasan yang dirasakannya lewat sastra khususnya cerpen.

Meski begitu kisahnya tidak sepenuhnya mengungkapkan reklamasi, tapi juga dihubungkan dengan penjualan tanah habis-habisan di Bali. Orang Bali menjual tanahnya ke orang asing untuk dibuat villa, kemudian menjadi pekerja di villa tersebut.

Melalui tulisannya Ari berharap agar masyarakat Bali tidak menjual tanahnya ke investor asing dan mempertahankan lahan pertaniannya karena pada dasarnya turis datang untuk melihat Keaslian Bali. Jadi masyarakat Bali tidak perlu mengubah keadaan alamnya.

(ARC)

Profil tokoh ini ada di An1magine 
Volume 1 Nomor 1 Maret 2016



Hubert dan Naga

cerita mini (cermin) oleh: Archana Universa

Seluruh penduduk Kastella pasti tahu soal naga. Tidak ada yang akan meragukannya sebagai omong kosong atau imajinasi. Mereka tahu bahwa makhluk itu ada. Meski tidak selalu muncul, bukan berarti tidak nyata. Desas-desus merebak dan kian lama ceritanya kian heboh.

Kisah sang naga berkembang dengan bumbu-bumbu cerita yang mungkin sebenarnya tidak nyata. Meskipun begitu sang naga tetaplah ada. Mereka percaya karena mereka melihat, atau lebih tepatnya leluhur mereka yang melihat.

Seekor naga penuh duri di tubuhnya dan menyemburkan api dengan ganas, melahap apa saja yang berada di sekitar jangkauannya. Walaupun peristiwa itu terjadi dulu sekali, bukan berarti naga itu telah hilang.

“Naga itu tidur, nak!” seru Hubert dengan suara seraknya. Pria tua itu mengaduk tehnya dan membagikan teh ke arahku.

“Tidur bukan berarti mati”

“Kau beruntung bisa melihatnya”, kataku.

“Tapi tidak dengan generasiku. Bahkan orang-orang dari generasimu sudah banyak yang mati”

“Ah! Kematian....” desah Hubert. “Aku ingin tahu butuh berapa lama lagi hingga aku dapat mencicipi rasanya”.

Aku membenahi posisi dudukku, tidak nyaman, berusaha tidak terpengaruh soal ucapannya mengenai kematian.

Hubert mengatakannya dengan nada santai, seolah kematian adalah temannya.
Mungkin itulah yang akan terjadi jika umurmu sudah lewat dari delapan puluh tahun.

“Menurutmu apakah naganya akan datang lagi?” ujarku dengan nada mendesak yang sama.

“Memangnya sang naga akan laporan padaku kalau dia akan menyerang lagi atau tidak?” dengus Hubert tidak senang.

“Aku hanya tahu kalau dia belum mati, tapi aku tidak tahu apakah dia akan menyerang lagi”.

“Kalau begitu kau tahu di mana dia bersembunyi?”

“Apa maksudmu?” Tanya Hubert tajam.

“Yah, kau memastikannya tidak mati. Kupikir... Kupikir kau tahu di mana naga itu berada”.

Aku menelan dengan susah payah.

 “Kuharap kata-kataku barusan tidak membuatmu tersinggung. Kau harapanku Hubert, tidak ada orang lain yang bisa kutanyai lagi.”

“Tentu saja tidak ada orang lain yang memahami soal urusan naga itu sebaik aku,” ujar Hubert melunak.
“Aku tahu kau pasti tahu sesuatu.”

Hubert memicingkan matanya ke arahku.

Hanya satu mata, karena mata kanannya sudah lumpuh.

“Kenapa kau ingin tahu, padahal orang-orang di sekelilingmu memilih untuk membicarakannya” Tanya Hubert

“Yah, kau bisa bilang kalau aku punya rasa penasaran yang lebih baik daripada orang lain”.

“Tidak. Penasaran saja tidak cukup, nak!”

Aku kembali menelan ludah. “Kau ingin aku mengatakan sesuatu?”

Hubert mendekatkan wajahnya ke arahku, memerhatikan bekas-bekas lukanya yang cukup dalam. Luka bekas cakar naga.

“Rasa curiga mungkin membawamu pada masalah yang tidak bisa kau bayangkan.” Hubert berkata dengan penekanan.

Kemudian detik berikutnya dia tertawa. “Sekarang pulanglah, aku bisa menyakitimu kalau kau menanyakan pertanyaan yang sama padaku terus-terusan.”

Jeritan itu terasa seperti milik orang lain, tapi aku tahu itu milikku sendiri. Aku benar-benar tidak merasakan kakiku.

Yang aku tahu hanyalah aku sudah berlari menembus rintik hujan, membenamkan sepatuku di antara tanah berlumpur. Hubert benar-benar mengerikan, seringaiannya tidak nampak seperti manusia. Benar-benar mengerikan. Aku menyumpah-nyumpah di jalanan sepi. Untung tidak ada yang sedang lewat.

Aku tidak mau ada orang yang tahu kalau aku sedang bertingkah aneh sekarang.
Lari seperti orang gila. Meninggalkan teh yang disajikan padaku tanpa menyentuhnya.

“Orang itu sinting! Orang itu sinting!” Aku mengucapkannya berkali-kali seperti merapal mantra.
Hubert mungkin tidak berbahaya, kecuali pada saat dia marah.

Ia bisa melempar benda-benda dari rumahnya ke arahku, termasuk pisau seperti yang pernah dilakukannya padaku saat aku masih sebelas tahun. Rasanya kepalaku hampir meledak, ketakutan itu menguasaiku. Aku bisa merasakan tubuhku bergetar hebat.

Hari berikutnya tidak lebih baik. Jeritan-jeritan itu masih ada.
Tapi bedanya tidak berasal dari diriku. Ada hal-hal lain seperti derap langkah panik dan bunyi gubuk yang terbakar. Ini tidak bagus, pikirku.

Aku segera menyambar belatiku dan menggunakan baju sebelum lari menghambur keluar.
Naga itu menyembur-nyemburkan api dari moncongnya. Memberangus rumah dan pepohonan yang ada di hadapannya. Ia tampak marah.

Untuk sedetik aku merasa keinginanku terkabul. Aku benar-benar melihat sang naga.
Ia bukan legenda. Ia nyata. Tapi aku tidak yakin benar-benar ingin merasakan teror yang dibawa oleh naga tersebut. Atau tepatnya aku tidak pernah memikirkannya. Karena jauh, jauh dalam pikiranku, naga itu hanyalah legenda.

Aku hanya curiga kalau sebenarnya Hubert adalah pembual besar.

“Hubert! Hubert!” seruku ketika pikiranku itu muncul. Orang tua itu tidak akan bisa menyelamatkan dirinya sendiri pada masa-masa seperti ini.

Dia bisa saja marah kemarin, juga menjadi berbahaya, tapi bukan berarti aku tidak akan menolongnya.

“Hubert! Hubert!” raungku di antara jeritan-jeritan yang ada.

Gubuknya tidak jauh dari tempatku berlari, sementara sang naga terus mengekor di belakang. Meluluhlantakkan apa pun yang ada dalam jangkauannya.

“Hubert! Hubert!” panggilku panik. Aku membuka pintu rumahnya.

Ia tidak pernah menguncinya. “Hubert! Di mana kau!”

“Tidak usah menjerit, aku tidak tuli. Dasar dungu!” kekehnya sembari menuang ketel air panas untuk menyeduh tehnya.

“Apa yang kau lakukan! Kenapa kau masih berada di dalam rumah!” jeritku, tidak sabar.

“Lalu apa yang kau lakukan? Menjerit-jerit, masuk ke dalam sini, seenaknya.”

“Naga itu Hubert! Naga itu sedang menyerang desa! Tidakkah kau mendengar kekacauan di luar?”

“Kekacauan apa?”

“Orang-orang berteriak....” Aku berhenti, mengernyitkan dahi. Ini aneh, benar-benar hening.

Tidak ada gemeretak api yang sedang membakar pepohonan. Tidak ada jeritan ketakutan, tidak ada isak tangis. Yang ada hanyalah hening.

“Hubert kau melamun lagi!” sahut laki-laki di hadapanku.

“Aku... Apa?” sahutku sembari mengernyitkan dahi.

“Aku benar-benar khawatir dengan ilusi-ilusi di kepalamu, nak. Bagaimana mungkin kau memanggil orang lain dengan namamu sendiri,” ujarnya dengan tatapan iba.

“Tapi kaulah Hubert!”tuntutku.

“Pikirkan, nak. Siapa namaku?” ujarnya sembari mendorong teh ke arahku.

“Kau Hubert,” jawabku lirih.

Orang di hadapanku menggeleng. “Kurasa kita sudahi sesi kali ini, nak. Kuharap kesehatanmu kian membaik.”

“Tapi kau Hubert! Dan naga itu! Naga itu sedang menyerang desa!” lolongku sembari mulai melempar benda-benda yang ada dalam jangkauanku.

Aku tidak memerhatikan apa pun yang aku lempar. Yang aku tahu aku benar-benar marah. Aku kesini untuk menyelamatkannya! Bagaimana mungkin Hubert memperlakukanku seburuk ini? Mengatakan bahwa aku yang bernama Hubert dan tidak ada naga! Tidak ada naga! Detik berikutnya pintu terbuka, dua orang laki-laki tinggi besar segera memiting dua tanganku.

“Tidak! Jangan lakukan ini padaku! Aku datang untuk menyelamatkanmu!” Ikatan itu semakin mengencang, dua laki-laki itu tidak menunjukkan tanda-tanda akan melepaskanku.

“Bawa dia ke sel,” kata pria yang kupanggil Hubert itu dengan tatapan letih.

“Tidak! Lepaskan aku! Hubert! Lari! Naganya akan membinasakan desa dan membunuhmu! Hubert!”

(ARC).

Cerita mini ini ada di An1magine 
Volume 1 Nomor 1 Maret 2016

Saturday, 4 June 2016

Komodo Superhero Indonesia - External Instant Evolution

Komodo - External Instant Evolution by M.S. Gumelar 
Learning Bahasa Indonesia & English in a fun way by reading comic
He can be reached by email: ms.gumelar@gmail.com or by phone: +62818966667

This comic for 17+ years old (adult only please)
Komik ini untuk dewasa, 17+ tahun 

Kelanjutan Komodo dapat dilihat di An1magine:
http://www.an1mage.org/2016/03/an1magine-volume-1-nomor-1-maret-2016.html

This comic strips series can be found here also: 

























































Ebook gratis elemen dan prinsip menggambar:
 http://michaelgumelar.blogspot.com/2015/10/ebook-gratis-elemen-dan-prinsip.html

# Bosan jadi dosen? Salary kecil walaupun mengabdi puluhan tahun? Mau salary besar? Click di link berikut

Kelanjutan Komodo dapat dilihat di An1magine: